Panduan Lengkap Memilih Prosesor Intel

0
48
views

THEJAKARTAPORTAL.com — Kalian pasti sudah kenal dengan merek prosesor Intel bukan, prosesor dengan market share lebih dari 80%. Lalu ada juga rival Intel, AMD, yang market sharenya per November 2017 hanya mencapai 20%.

Kali ini kita akan membahas tentang prosesor Intel, agar kamu tidak bingung memilih lagi jika membeli laptop dengan prosesor Intel.

Baca juga: Intel, AMD Kerjasama Buat Prosesor Baru

Dengan angka market share yang tinggi, maka bisa dikatakan hampir semua laptop atau pc di dunia memakai proseor Intel di dalamnya. Jadi jangan heran jika ke toko-toko komputer, kamu hanya melihat laptop/pc berbasis Prosesor Intel.

Intel sendiri mempunyai banyak varian prosesor, sebut saja Xeon, Celeron, Pentium atau Atom. Tapi yang paling sering kita lihat adalah brand “Intel Core” yang diikuti tanda i3, i5, atau i7 di belakangnya.

Saking banyaknya model atau seri prosesor Intel, kita kadang bingung untuk memilih mana yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu, TJP akan membahas lebih detail berbagai macam prosesor Intel beserta kemampuannya di bawah ini. Namun, jika kamu buru-buru kami sudah menyiapkan tabel sederhana yang merangkum pembahasan ini.

Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, ada baiknya kamu perhatikan cara membaca model prosesor Intel pada gambar di bawah ini.

(How to read Intel Prosesor Model. Sumber: Intel)
(How to read Intel Prosesor Model. Sumber: Intel)

Kata pertama, merupakan brand prosesor tersebut, diantaranya Intel Core, Xeon, Celeron, Pentium dan Atom. Huruf dan angka yang mengikuti brand adalah modifier produk, biasanya ada i3, i5, i7 atau m3, x atau N dll. Setelah itu, ada angka yang merupakan indikator generasi prosesor tersebut. Contoh gambar di atas menunjukkan prosesor Intel generasi ke-6. Generasi terakhir yang baru-baru ini diluncurkan adalah generasi ke-8.  Lalu dilanjutkan dengan letter suffix dan produk line yang dari situ bisa diidentifikasi berapa konsumsi dayanya.

HQ prosesor merupakan saudara dari HK prosesor. Tapi, HK prosesor adalah prosesor yang frekuensinya bisa di overclock lebih tinggi lagi.

Pilih Mana Core i3, i5 atau i7?

(Intel 8th Generation. Image by Intel)
Intel unveils the 8th Gen Intel Core processor family and launches the first of the family on Monday, Aug. 21, 2017. The 8th Gen Intel Core processors are designed for what’s next and deliver up to 40% gen over gen performance boost. (Credit: Intel Corporation)

Rata-rata, laptop dengan harga Rp 6.6 jutaan (US$ 490) di pasaran adalah laptop berprosesor i3, i5 dan i7. Dari urutan brand modifier tersebut kita sudah bisa menebak mana yang paling cepat. Biasanya, Core i5 sudah lebih dari cukup bagi mereka yang tidak terlalu berkutat pada kegiatan pengolahan grafis, engineering bahkan gaming.

Menurut situs resmi Intel, Core i5 dan Core i7 sudah dilengkapi dengan teknologi turbo boost. Artinya, clock speed kedua prosesor tersebut bisa ditingkatkan ke angka paling maksimalnya masing-masing. Sementara Core i3 tidak dilengkapi dengan teknologi tersebut.

Mau Generasi ke-7 atau ke-8?

Tahun ini, Intel baru saja meluncurkan prosesor generasi ke-8 “Kaby Lake Refresh”, yang tentunya mempunyai performa yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi ke-7 “Kaby Lake”. prosesor gen. ke-8 tersebut sudah dilengkapi teknologi quad-core yang sangat membantu dalam proses multitasking. Saat ini, kebanyakan laptop masih dilengkapi oleh gen. ke-7 prosesor Intel.

Laptop Buat Animator Hinga Kamu Yang ….

PC/Laptop dengan Intel Xeon E: Hanya Untuk High-End Workstation

  • Good: Sangat cocok untuk animator sejati, engineer dan peneliti.
  • Bad: Mahal, berat, konsumsi daya sangat tinggi

Laptop dengan Intel Core HQ / HK Series: Gamers Only

  • Good: Mampu menjalankan game yang memerlukan spesifikasi tinggi.
  • Bad: Tidak portable, mahal, konsumsi daya baterai tinggi.

Laptop dengan Intel U Series: Untuk Pemakaian Biasa Sehari-hari

  • Good: Hemat daya, sangat baik dalam menjalankan program-program produktifitas biasa seperti MS Office, dll.
  • Bad: Kurang mampu menjalankan game berat, tidak cocok untuk menjalankan program animasi.

Laptop dengan Intel Y Series / Core m: Performa Mediocre

  • Good: Ringan, portable dan fanless.
  • Bad: Daya tahan baterai kurang.

Laptop dengan Intel Celeron / Pentium: Bagi Mereka Yang Tidak Peduli

  • Good: Web surfing, murah
  • Bad: Gaming, video editing, dll

Laptop dengan Intel Atom: Jika Budget Terbatas

  • Good: Murah, baterai tahan lama, ringan
  • Bad: Sudah sangat jelas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 5 =