The Jakarta Portal
Sekelompok Remaja Sedang Menarikan Tari Lalayon. Foto Oleh Mariati Atkah

Tari Lalayon, Tari Cinta dari Tanah Halmahera

Pemuda (i) Halmehara dan Tari Lalayon.Foto Oleh Mariati Atkah
Pemuda (i) Halmehara dan Tari Lalayon.Foto Oleh Mariati Atkah

The Jakarta Portal / Mariati Atkah — Etha C. Labadu berdiri tenang-tenang di sudut lapangan. Di bawah siraman matahari, saya  melihat ia berkilau seperti putri; berkain ungu cerah, lenso berwarna senada, dan mahkota keemasan menghiasi rambutnya. Di belakang punggungnya ada Irnawati, Rusban Wahab dan Yudhis Kamah diam dengan ketenangan yang sama. Mereka tak lari mencari teduhan walau peluh membanjir di balik pakaian adat Maluku Utara yang mereka kenakan.

Dari pelantang suara terdengar sejenis irama Melayu mengantarkan keempat siswa SMA Negeri 12 Halmahera Timur itu ke tengah pelataran. Waktu kaki mereka mulai bergerak, berpasang-pasang mata terpukau pada semesta yang tiba-tiba menyusut menjadi seluas lapangan basket sekolah.

Sulit bagi para penari lelaki itu untuk berhenti memandang raut perempuan di hadapan mereka. Sedangkan yang dipandang memberi senyum kecil saja. Entah pura-pura, entah benar-benar suka. Senyum yang menderaskan aliran darah, membikin gaduh detak dada. Mata bertemu mata. Bersitatap. Kata-kata mampat oleh isyarat. Bujuk rayu ditukar gerak tubuh berbalasan sejauh sentuhan ujung jemari berlapis sapu tangan.

Dua pasang penari itu kemudian berputar-putar. Setiap gerakan berikutnya mewakili segala perasaan yang malu-malu untuk diakui, yang tenggelam maupun mengapung di bawah langit Buli. Perasaan yang mengharu biru, tak kenal jemu. Lelaki terus bertanya dalam pandangan: milikkukah engkau? Namun segala kemungkinan atas iya atau tidak itu harus berakhir di ujung musik yang makin pelan, menyingkirkan mereka dari pelataran bersama segala kemesraan yang telah dipertunjukkan dengan sangat baik.

Mariati Atkah

Mariati Atkah

Penulis puisi, cerpen dan esai. Tulisan-tulisannya pernah muncul di harian Fajar, Koran Tempo Makassar, Tribun Timur, Suara NTB, Malut Post, dan beberapa antologi puisi. Sekarang bekerja sebagai Program Officer untuk ProVisi Education divisi School Development Program di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Add comment

twelve + eleven =

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.