The Jakarta Portal

Kecelakaan Pesawat Terparah Dari Masa ke Masa

Yang Tersisa Dari Malaysian Airlines Flight 17. Credit : Dominique Faget, telgraph.co.uk
Yang Tersisa Dari Malaysian Airlines Flight 17. Credit : Dominique Faget, telgraph.co.uk

thejakartaportal.com — Baru-baru ini kita dikejutkan oleh jatuhnya pesawat maskapai swasta Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta – Pangkal Pinang  di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut membawa total 189 penumpang. Terdiri atas 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi, 2 pilot dan 6 awak kabin. Banyak yang mengatakan bahwa jatuhnya pesawat Lion Air ini merupakan salah satu kecelakaan terparah yang pernah dialami oleh dunia penerbangan Indonesia.

Kecelakaan pesawat memang bukan hal baru dalam dunia penerbangan internasional. Bahkan menurut majalah forbes, dalam rentang tahun 1959 – 2015 telah terjadi 1.525 kecelakan pesawat komersial di dunia dengan jumlah korban 29.165 orang. Berikut the jakarta portal rangkum kecelakaan pesawat terparah dari masa ke masa.

American Airlines Flight 191

Pesawat McDonnell Douglas DC-10-10 baru saja lepas landas dari Bandara Internasional O’Hare pada 25 Mei 1979. Saat itu pula tiba-tiba mesin pada sayap bagian kiri berayun-ayun dan akhirnya terlepas. Saat terlepas, mesin mengenai bagian depan sayap dan merusak sistem hidraulik pesawat secara keseluruhan.

Pesawat tersebut akhirnya jatuh di kompleks perumahan Chicago Illinois, sekitar 1 mil dari bandara. Seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 271 orang meninggal, ditambah dua orang didarat yang tertimpa puing-puing pesawat. Kecelakaan ini merupakan salah satau kecelakan fatal terparah yang dialami oleh industri penerbangan negeri paman Sam.

Iranian Air Flight 655

3 Juli 1988, sebuah pesawat komersial Airbus A300 milik Iran airflight ditembak jatuh oleh armada militer Amerika Serikat USS Vincennes, membunuh semua (290 orang) penumpang dan kru diatas pesawat.

Pesawat tersebut masih berada di dalam wilayah Iran dan merupakan jalur pesawat komersial. Namun, menurut pemerintah US, Vincennes salah mengira pesawat tersebut sebagai pesawat tempur F-14 Tomcat. Selanjutnya, mereka telah mencoba menghubungi pesawat komersial tersebut namun tidak mendapat jawaban.

Kejadian ini merupakan kejadian luar biasa dan pada tahun 1996 kedua negara mencapai kesepakatan didepan pengadilan internasional. Pemerintah U.S tidak pernah secara formal meminta maaf kepada para keluarga korban, namun sepakat untuk membayar ganti rugi $213.103,45 kepada setiap korban.

Malaysian Airlines Flight 17

Masih hangat diingatan kita pesawat pada 17 Juli 2014, Malaysian Airlines Boeing 777-200 yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, juga ditembak jatuh oleh perangkat militer. Jika sebelumnya Iranian Air Flight 655 ditembak jatuh oleh militer U.S, kali ini Malaysian Airlines Flight 17 dicurigai ditembak jatuh oleh missil milik tentara yang pro Rusia dalam perang di Donbass antara kelompok separatis dan pemerintah Ukraina. Semua penumpang dan kru yang berjumlah 298 orang meninggal dunia.

Saudi Arabian Airlines Flight 163

Kematian semua 301 penumpang di atas Lockheed L-1011 di landasan pacu Riyadh adalah insiden penerbangan paling mematikan di dunia. Pesawat Flight 163 lepas landas dari bandara Riyadh menuju Jeddah. Namun beberapa menit kemudian berbalik arah kembali ke Riyadh dan mendarat darurat akibat kebakaran yang terjadi didalam ruang kargo pesawat.

Hanya saja, saat mendarat, pilot tidak berhenti melakukan evakuasi darurat malah melanjutkan ke airport dan berhenti di runway selama 3 menit. Butuh waktu sekitar 23 menit hingga akhirnya pesawat dapat diakses. Saat pintu pesawat dibuka, seluruh penumpang telah meninggal akibat menghirup karbon dioksida.

Air India Flight 182

Tanggal Kejadian : 3 Maret

Dianggap serangan teror paling mematikan yang melibatkan pesawat saat itu, Air India Boeing 747 jatuh di lepas pantai Irlandia dalam perjalanan dari Toronto ke Bandara Sahar Internasional di India, setelah sebuah bom ditempatkan di pangkalan kargo oleh ekstrimis Sikh Babbar Khalsa meledak saat pesawat melintasi di atas samudera Atlantik.

Penumpang yang bertanggung jawab diyakini ‘M Singh’ check in kedalam pesawat – bersama dengan sebuah koper – tetapi tidak naik. Bom kedua itudimaksudkan agar meledak bersamaan dengan penerbangan lain, meledak lebih awal di terminal Bandara Narita, Jepang.

Investigasi terhadap pemboman Flight 182 menemukan berbagai macam fakta termasuk longgarnya keamanan bandara di Kanada yang memungkinkan serangan teroris dapat terjadi.

Turkish Airlines Flight 981

Akibat cacat desain pada Douglas DC-10 membawa sebuah pesawat yang berisi 335 penumpang dan 11 awak jatuh di hutan Ermenonville di utara Paris, setelah lepas landas dari Bandara Orly menuju London Heathrow, dalam perjalanan dari Istanbul.

Sekitar 10 menit setelah pesawat lepas landas dari Orly, pintu kargo kiri belakang meledak karena masalah dengan pengait kunci pintu kargo – pintu tersebut bisa saja ditutup secara pakasa oleh kru bagasi tanpa mengunci pin dengan benar – menyebabkan dekompresi eksplosif di kabin dan memutus kabel yang menghubungkan dek penerbangan dengan elevator pesawat, kemudi, dan dua mesin.

Pesawat itu menukik tajam ke bawah dan semakin cepat hingga 490 mph ketika pilot kehilangan kendali, sebelum akhirnya jatuh di hutan Ermenonville. Setelah kecelakaan itu, mekanisme penguncian di pintu kargo didesain ulang. Kecelakaan itu tetap merupakan kecelakaan pesawat tunggal paling mematikan dengan tidak ada yang selamat, yang terburuk di tanah Prancis dan yang terburuk kedua di Eropa.

Add comment

seventeen − 14 =

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.